Cari Jodoh Ala Anies
Selamat atas kemenangan Anies di Pilkada DKI. Dengan kualitas penampilan pas-pasan, bukan orang tajir, malah pengangguran setelah dipecat jadi menteri, bisa memenangkan hati rakyat DKI. Ini memberi harapan baru bagi para jomblo, walaupun tidak punya kualitas bagus, masih tetap bisa laku di pasaran.
Kemenangan ini seperti membuka mata para jomblowan-jomblowati bahwa kemenangan bisa didapat dengan cara-cara yang masif, terstruktur dan terencana. Harapan untuk mendapatkan pujaan hati terbuka lebar, mau tahu caranya? Ayo kita kupas satu persatu.
1. Agama
Cara terbaik untuk mendapatkan pasangan adalah memiliki agama yang sama. Gunakan ayat-ayat yang mendukung. Bagi yang Kristen, bisa gunakan ayat ini, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” Nah, ayat ini gunakan dengan masif jika ada saingan jomblo lain yang memiliki agama yang beda. Serang dari mulai lahir, hidup, dan mati, bahkan sampai di kehidupan sesudah kematian. Gunakan simbol-simbol keagamaan dalam penampilan. Saya bertanya kepada teman saya dari Ambon, “Kalung salib ngana besar sekali?” Dia jawab, “Beta pikul salib.” Silahkan coba ditiru. Kalau cara ini sudah memperlihatkan hasilnya, bisa dilanjutkan dengan poin selanjutnya.
2. Pekerjaan
Janji membuka lapangan kerja dengan semboyan Oke-Oce, seakan meninabobokan banyak orang yang belum pernah memulai usaha. Semua bisa menjadi pengusaha, janjinya. Dengan pemberian modal 3 milyar per RW dipastikan setiap yang memulai akan berhasil. Ini janjinya sekali lagi saya katakan karena tidak semua usaha berhasil. Untuk mendapatkan jodoh memang perlu punya penghasilan tetap. Raja Salomo mengajarkan, “Kembangkanlah dahulu usahamu sebelum engkau membangun rumah.” Sebelum berani mencari pasangan hidup, bangun usaha sendiri dengan menjadi pengusaha, atau bekerja untuk dapat menghidupi rumah tangganya. Dengan penghasilan sudah ditangan bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
3. Penampilan
Yang dijual dari pasangan Anies dan Sandiaga Uno salah satunya adalah penampilan. Selalu memakai baju putih lambang kebersihan hati. Walaupun siapa yang bisa tahu hati seseorang? Perbaikan penampilan meningkatkan nilai tambah, sehingga bila sebelumnya tidak ada seorangpun yang meliirik, sekarang mulai ada satu-dua yang agak lama melihat. Kesan pertama selalu diberikan dengan menampilkan apa yang terbaik, setelah itu selanjutnya kesan kedua tergantung apa yang ingin ditonjolkan untuk menarik orang. Salah satu yang ditonjolkan oleh Anies adalah cara bicaranya, dengan gaya bicara yang santun, membuat kesan pertama begitu menggoda. Tidak masuk hitungan untuk kesan-kesan selanjutnya. Apalagi setelah menghadapi debat bersama Mbak Najwa Shihab. Bagi sebagian orang kesan pertama yang terus terbayang-bayang dalam pikiran.
4. Rumah
Sudah punya penghasilan tetap, penampilan oke, satu lagi yang bisa menarik bagi lawan jenis: memiliki rumah. Anies dengan programnya DP 0 rupiah, eh DP 0%, eh DP dicicil 6 bulan, maksudnya DP dipinjamkan pemprov DKI, lupa mana yang dijanjikan karena berubah terus setiap kali ngomong. Bagi jomblowan, saatnya mengincar perumahan yang terjangkau. Sehingga jika ditanyakan ke calon mertua bisa bilang, saya sudah punya rumah. Di daerah mana? Cibubur. Wah bagus itu, dekat Kota Wisata? Agak kesanaan lagi. Dekat Mekar Sari, lebih jauh lagi, terus saja sampai Cileungsi. Lokasi tidak penting, yang penting punya rumah dulu.
Jujur saya juga tidak berhasil memiliki rumah sebelum menikah. Rumah yang saya beli di daerah Kota Bumi, kena likuidasi. Pengembangnya tidak melanjutkan pembangunan. Saya sudah terima kunci, tetapi lingkungan perumahan sudah terbengkalai, sehingga tidak ada pengembangan selanjutnya. Jadi janji Anies untuk rumah memang perlu ditiru.
Seperti kata orang, rumah tangga adalah bahtera. Kapal besar ini digunakan untuk mengarungi lautan kehidupan bersama. Janji-janji sebelum menikah kadang meleset. Rumah indah di Pondok Indah, berubah menjadi Ciledug Indah. Jadi untuk jomblowan-jomblowati, saat nya menentukan pilihan. Pilih pasangan dengan benar. Pepatah berkata, salah pilih gubernur sengsara 5 tahun, salah pilih pasangan hidup sengsara seumur hidup. Jangan sampai salah pilih pasangan. Lebih berbahagia menjomblo daripada menjadi jomblo lagi setelah menikah.


No comments